CBIS ( Computer Based Information
System )
A. CBIS Secara General
Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa
Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem
pengolah data menjadi sebuah informasi berkualitas dan dipergunakan untuk suatu
alat bantu pengambilan keputusan. Sistem Informasi yang akurat dan efektif,
dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau
pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. Sistem Informasi “berbasis komputer”
mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem
informasi. Menurut Drs. Zulkifli Amsyah,MLS (2005:2), Informasi adalah data
yang sudah diolah , dibentuk atau dimanipulasikan sesuai dengan keperluan
tertentu. Sedangkan data adalah fakta yang sudah ditulis dalam bentuk catatan
atau direkam kedalam berbagai bentuk media. meskipun secara teoritis, penerapan
sebuah
sistem informasimemang tidak harus menggunakan komputer
dalam kegiatannya, namun pada prakteknya dengan data dan kebutuhan informasi
yang begitu kompleks maka peran
teknologi komputer begitu dibutuhkan, peran komputer inilah yang dikenal dengan
istilah “computer based” karena digunakan untuk mengolah informasi dalam sebuah
sistem maka disebut “Computer Base Information System” atau
sistem informasi berbasis computer.

CBIS ini diharapkan
dapat menghasilkan informasi yang berkualitas, sehingga tujuan organisasi
(user) dapat tercapai secara effisien dan efektif dengan hasil yang maksimal
dalam proses yang optimal dan 5 (lima) hal pokok yang merupakan manfaat dari
Sistem Informasi dalam pengendalian Manajemen Organisasi, adalah:
·
Penghematan waktu (time saving).
·
Penghematan biaya (cost saving).
·
Peningkatan efektifitas (effectiveness)
·
Pengembangan teknologi (technology
development)
·
Pengembangan personil akuntansi (accounting staff
development).
Pada kenyataannya, Sistem Informasi yang
akurat dan efektif selalu berhubungan dengan istilah
“computer-based”
atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. Agar suatu perusahaan
dapat bersaing dengan perusahaan lain dalam memperkenalkan produk barang maupun
jasa yang dimilikinya kepada konsumen, maka dibutuhkan suatu sistem informasi
yang tepat agar dapat memberikan petunjuk aktual tentang kegiatan-kegiatan yang
dilakukan oleh setiap komponen dalam perusahaan tersebut. Sistem informasi yang
tepat, tentunya akan menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan dapat
dipercaya. Informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya tersebut sangat
diperlukan perusahaan untuk mendukung perusahaan dalam pengambilan
keputusan-keputusan strategisuntuk dapat semakin maju dan memenangkan
persaingan dengan perusahaan lain
B.
Evolusi
CBIS
1.
CBIS
Berfokus pada data (EDP atau Electronic Data Processing)
EDP merupakan system
informasi akutansi yang melaksanakan akuntansi perusahaan, aplikasi itu
ditandai dengan pengolahan data yang tinggi.
a. Pengolahan
data, manipulasi atau mentransformasi simbol-simbol seperti angka dan abjad
untuk tujuan meningkatkan kegunaannya.
b. Tujuan
pengolahan data yaitu untuk mnegumpulkan data yang menjelaskan kegiatan
perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan
informasi bagi pemakai di dalam maupun diluar perusahaan.
c. EDP
melakukan empat tugas dasar, yaitu :
·
Pengumpulan data
· Manipulasi data pengklasifikasian,
penyortiran, perhitungan, pengikhtisaran dan penyiapan dokumen.
·
Penyimpanan data
·
Penyiapan data
d. Karakteristik
EDP yaitu :
·
Melaksanakan tugas yang diperlukan
·
Berpegang pada prosedur yang relative
standar
·
Menangani data yang rinci
·
Berfokus pada historis
·
Menyediakan infromasi pemecahan masalah
yang minimal
e. Contoh
Sistem terdistribusi yang digunakan perusahaan
distribusi yaitu perusahaan yang mendistribusikan produk dan jasanya ke
pelanggan misalnya perusahaan yang berorientasi produk seperti : manufaktur,
pedagang besar, pengecer, dll.
2. CBIS Berfokus Pada Sistem Informasi
Manajemen ( SIM / IMS )
Sistem
berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi pemakai dengan kebutuhan yang
serupa (Raymond mcLeod, jr).
Integrasi
manusia/mesin guna menyediakan informasi untuk mendukung fungsi operasional
manajemen & pengambilan keputusan pada suatu organisasi (Gordon B. Davis).
a. Elemen
– elemen SIM
Hardware, Software, Prosedur,
Database, Model
b. Tujuan
SIM
Memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer
dalam perusahaan atau dalam sub unit organisasional perusahaan (subunit dapat
disasarkan pada area fungsional atau tingkatan manajemen).
3. CBIS Berfokus pada Komunikasi (
Otomatisasi Kantor / Office Automation )
Semua
system elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi
informasi ke dan dari orang-orang di dalam maupun diluar perusahaan.
a. Fungsi
OA
Untuk memudahkan segala jenis komunikasi baik lisan
maupun tulisan & menyediakan informasi yang lebih baik untuk pengambilan
keputusan.
b. Tujuan
OA :
· Penghindaran
biaya
· Pemecahan
masalah kelompok
· Sebagai
pelengkap
c. Aplikasi
OA :
1. Word Processing
2. Email
3. Voice Mail
4. Electronic Calendering
5. Audio Conferencing
6. Video Conferencing
7. Computer Conferencing
8. Facsimile Transmission
9. Video Text
10. Imaging
11. Desktop Publishing
4. CBIS Berfokus Pada Konsultasi (
Sistem Pakar / Expert System )
Secara
umum, sistem pakar (expert system)
adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar
komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para
ahli.
Sistem
Pakar (Expert System) merupakan suatu
sistem yang menggunakan pengetahuan manusia dalam komputer untuk memecahkan
masalah yang biasanya dikerjakan oleh seorang pakar.
a. Komponen
Sistem Pakar :
· User
Interface
Memungkinkan pemakai untuk dapat
berinteraksi dengan sistem pakar.
· Knowledge
Base
Menyimpan pengetahuan gabungan yang
digunakan untuk memecahkan masalah tertentu.
· Interference
Engine
Memberikan kemampuan penalaran yang
menginterpretasikan isi dari knowledge base.
· Development
Engine
Digunakan oleh ahli dan
analisis sistem untuk menciptakan sistem pakar.
b. Output
Sistem Pakar :
· Penjelasan
pertanyaan
· Penjelasan
pemecahan masalah
C.
Lingkup
Data CBIS
1.
Hierarki
Data
Data harus disusun secara teratur agar pengolahannya
dapat dilakukan dengan baik dan efisien. Pengorganisasian data dapat dibagi
dalam enam tingkatan, yaitu :
a.
Bit adalah suatu sistem angka biner
yang terdiri atas dua macam nilai saja, yaitu 0 dan sistem angka biner
merupakan dasar dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara manusia dan
mesin (komputer) yang merupakan sekumpulan komponen elektronik dan hanya dapat
membedakan dua keadaan saja (on dan off). Jadi bit adalah unit terkecil dari pembentuk data.
b. Byte adalah
bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori. Byte merupakan
sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi
delapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter
dalam memori. Contoh: Kode Ascii untuk J ialah 10101010.
Jadi byte adalah kumpulan bit yang membentuk satu karakter (huruf,
angka, atau tanda). Dengan kombinasi 8 bit, dapat diperoleh 256 karakter (= 2
pangkat 8).
c. Field atau
kolom adalah unit terkecil yang disebut data. Field merupakan
sekumpulan byte yang mempunyai makna. Contoh: Joni yang merupakan
field nama. Jadi field ibarat kumpulan karakter yang membentuk suatu
kata.
d. Record atau
baris adalah kumpulan item yang secara logic saling berhubungan. Setiap
record dapat dikenali oleh sesuatu yang mengenalinya, yaitu field kunci. Gambar
1 merupakan contoh dari record. Jadi record ibarat kumpulan kata yang membentuk
satu kalimat yang berarti, misal gambar 1 mewakili kalimat: Joni memenmpuh mata
kuliah MIS (kode IS101) dengan nilai A.
e. File atau tabel adalah kumpulan
record yang sejenis dan secara logic berhubungan. Pembuatan dan pemeliharaan
file adalah faktor yang sangat penting dalam sistem informasi manajemen yang
memakai komputer. Jadi tabel ibarat kumpulan baris/record yang membentuk satu
tabel yang berarti, misal gambar 2 mewakili tabel nilai mata kuliah MIS.
f. Database merupakan kumpulan file-file yang
berhubungan secara logis dan digunakan secara rutin pada operasi-operasi sistem
informasi manajemen. Semua database umumnya berisi elemen-elemen data yang
disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau
struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk
melakukan manipulasi data untuk kegunaan tertentu. Jadi, suatu database adalah menunjukkan suatu kumpulan tabel yang dipakai dalam suatu lingkup perusahaan
atau instansi untuk tujuan tertentu..
Hirarki semua data diatas ditunjukkan pada gambar 4.
Gambar
4 : Hierarki Data
2. Metode Penyimpanan Data
a. DASD
( Direct Access Storage Device)
DASD merupakan suatu perangkat
simpan yang bekerja dengan cara langsung. Artinya, perangkat tersebut dapat
membaca atau menulis langsung ditempat yang diperlukan.
Perangkat simpan SASD biasanya
digunakan untuk membuat cadangan (backup) data dan program, karena untuk
membuat data cadangan tidak diperlukan kecepatan tinggi.
Contoh : Cakram magnetik yang terdiri dari hard disk
atau floppy disk.
1. Kriteria
DASD :
· Proses
perekaman data tidak harus berurutan.
· Mempunyai
pengalamatan data
· Data
dapat disimpan dalam karakter atau blok
· Proses
write dapat dilakukan beberapa kali
· Kecepatan
akses data lebih cepat
2. Keuntungan
DASD yaitu akses secara langsung tanpa harus membaca seluruh data yang
dimilikinya.
b. SASD
( Sequential Access Storage Device )
Suatu perangkat simpan yang bekerja
secara sekuensial. Dengan kata lain, perangkat simpan ini bekerja dengan cara
membaca (atau menulis) data secara urut dari awal sampai akhir, tanpa ada
kemungkinan meloncat atau melewati bagian tertentu.
Contoh : Magnetic Tape , Paper
Tape, Punch Card.
1. Kriteria
SASD :
· Proses
perekaman data berurutan
· Tidak
ada pengalamatan data
· Data
disimpan dalam blok-blok
· Proses
write hanya bisa dilakukan sekali saja
· Kecepatan
akses data yang ketergantungan
2. Keuntungan
SASD
· Organisasi
file sederhana
· Jarak
setiap aplikasi yang tersimpan sangat jelas
· Metode
penyimpanan dalam memori sangat sederhana
· Sangat
mudah untuk digunakan
3. Kerugian
SASD
· Apabila
dilakukan perubahan data, maka seluruh record yang tersimpan di dalam master
file, harus semuanya diproses
· Data
yang tersimpan harus sudah urut
· Posisi
data yang tersimpan sangat sulit untuk up-to-date,
sebab master file hanya bisa berubah saat proses selesai dilakukan
· Tidak
dapat dilakukan pembacaan secara langsung.
D.
Metode
Pemrosesan Data
1. BATCH Processing
Batch processing berasal dari kata batching atau
pengelompokkan. Batch Processing, telah dikaitkan dengan komputer mainframe
sejak awal komputasi elektronik pada tahun 1950. Ada berbagai macam alasan
batch processing didominasi oleh komputasi awal. Salah satunya karena masalah bisnis yang paling mendesak
untuk alasan profitabilitas dan daya saing dalam dunia bisnis, khususnya
akuntansi.
Sebuah model untuk mengolah data yang berguna untuk
menghimpun data, setelah itu data tersebut bisa dikelompokkan dengan data lain
yang memiliki kesamaan. Jadi dalam setiap batch ada indikasi tertentu, dimana
informasi mengenai data tersebut dalam tekumpul dalam jumlah tertentu dan akan
segera diproses. Salah satu contoh dari batch adalah email dan transaksi.
Dengan melakukan kegiatan pengiriman email ataupun transaksi, itu berarti Anda
telah melakukan perpindahan data kemudian menggunakan alat tertentu dan ada
file atau dokumen yang dikirim ke orang lain. Batch ini bisa terjadi melalui online
dan offline. Bila melalui online itu berarti Anda menggunakan koneksi dalam
mengirim data atau dokumen ke orang yang dituju. Dalam batch online akan lebih
mudah jika Anda menggunakan komputer atau laptop dengan koneksi internet yang
baik sehingga Anda bisa mentransfer data dengan lancar.
Batch processing memiliki tujuan untuk memperbarui tiga file
master, persediaan, piutang, dan analisis penjualan. Perusahaan biasanya
memperbarui file batch mereka secara harian, yang disebut siklus harian.
Kelemahan utama pengolahan batch adalah kenyataan bahwa file baru menjadi
mutakhir setelah dilakukan siklus harian. Ini berarti manajemen tidak selalu
memiliki informasi paling mutakhir yang menggambarkan sistem fisik.
2. ON-LINE Processing
On-Line
Proecessing adalah sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai
pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul
merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap
perkembangan data baru akan terus di update kan ke data induk. Pemrosesan
online dikembangkan untuk mengatasi masalah file yang ketinggalan jaman.
Terobosan teknologi yang memungkinkan pengolahan online adalah penyimpanan
piringan magnetik.
Pemrosesan
online dikembangkan untuk mengatasi masalah file yang ketinggalan jaman.
Data
yang bisa di proses dengan memasukkan data dan biasanya penggunakan menggunakan
koneksi kemudian membuthkan waktu untuk mendapat jawaban dari data yang telah
dikirim. Dengan begitu si pengguna akan memasukkan data. Dari kegiatan ini maka
pengguna mendapatkan keuntungan yaitu si pengguna akan mendapat hasil dari data
yang diinputkan sesegera mungkin dan tidak harus menunggu lama. Tentunya hal
ini lebih efektif dan efisien.
3. REAL TIME Processing
Real
Time merupakan suatu sistem pengolahan data yang membutuhkan tingkat transaksi
dengan kecepatan tinggi. Istilah real time sering digunakan
berhubungan dengan sistem komputer. Sistem real time adalah suatu sistem yang
mengendalikan sistem fisik. Sistem ini mengharuskan komputer merespons dengan
cepat pada status sistem fisik. Sistem real time adalah bentuk khusus dari
sistem online. Sistem online menyediakan sumber daya konseptual yang mutakhir,
dan sistem real time memperluas kemampuan tersebut dengan menggunakan sumber
daya konseptual untuk menentukan operasi dari sistem fisik.
Salah
satu pengolahan dengan proses konret yang menggunakan media online. Input ini
dilakukan secara terus menerus dan secara otomatis bisa didapat melalui sensor.
Dalam menggunakan pengolahan real time ini si pengguna jauh lebih mendapatkan
keuntungan banyak karena waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil sekejap
saja. Jadi tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
Reaksinya jauh lebih cepat dari beberapa pengolahan sebelumnya.
· Berdasarkan
batasan waktu yang dimilikinya, Real time system ini dibagi atas:
1.
Hard Real time
2.
Soft Real time
3.
Firm Real time
· Komponen
dari Real time system ini adalah:
1.
Perangkat keras,
2.
Sistem Operasi Real time,
3.
Bahasa Pemrograman Real time,
4.
Sistem Komunikasi.
DAFTAR
PUSTAKA :
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/645/jbptunikompp-gdl-estherroul-32229-8-unikom_e-i.pdf
http://informatika.web.id/sistem-informasi-berbasis-komputer-cbis.htm
http://willie.blog.binusian.org/files/2014/04/Totolan-Paper-5-Kelompok-9.docx
http://harya.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/27108/evolusi+%26+aplikasi+SI+berbasis+komputer.pdf
http://threedees.byethost18.com/face/Evolusi%20dan%20Aplikasi%20Sistem%20Informasi%20Berbasis%20Komputer.pptx?i=1
http://okti-viani.blogspot.co.id/2015/11/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html
http://pbsabn.lecture.ub.ac.id/2012/05/hierarki-data-data-hierarchy/
http://www.slideshare.net/bayukomaraputra/bayu-kp-random-file
saefudin.staff.jak-stik.ac.id/.../sistem-berkas[2].doc
http://genggaminternet.com/perbedaan-batch-online-real-time-processing-method/
http://resya123.blogspot.co.id/2012/10/sasd-dasd-batch-processing-on-line-dan.html