Winnie The Pooh 2

Jumat, 02 Desember 2016

#SIP ARTIFICAL INTELLIGENCE (AI) DAN EXPERT SYSTEM

Artificial Intelligence (AI) dan Expert System

Artificial Intelligence diartikan sebagai rekayasa kecerdasan yang didasarkan pada kecerdasan manusia. Sesuai dengan kecerdasan manusia, kecerdasan buatan dicirikan dengan adanya kemampuan untuk bernalar (reasoning) dan kemampuan untuk belajar dari pengalaman di lingkungan (learning).
Menurut para ahli, Rich menyatakan bahwa Artificial Intelligence sebagai sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer mengerjakan sesuatu yang dapat dikerjakan manusia. Sedangkan menurut Turing dan kawan-kawan, Artificial Intelligence yaitu suatu perilaku sebuah mesin yang jika dikerjakan manusia akan disebut cerdas. Beberapa ciri kemampuan yang menandakan kecerdasan yang diadopsi dari definisi cerdas, antara lain yaitu :
·         Mampu belajar dari pengalaman
·         Tanggap terhadap situasi baru secara cepat dan sukses
·         Menggunakan nalar dalam pemecahan masalah sekaligus mengarahkan perilaku secara efektif
·         Mampu menggunakan pengetahuan untuk memanipulasi lingkungan
·         Bernalar dan berakal sehat.
Sedangkan Expert System atau Sistem Pakar biasa disbeut juga dengan “knowledge-based system” yaitu suatu aplikasi computer yang ditujukan untuk membantu pengambilan keputusan atau pemecahan persoalan dalam bidang yang spesifik. Sistem ini bekerja dengan menggunakan pengetahuan (knowledge) dan metode analisis yang telah didefinisikan terlebih dahulu oleh pakar yang sesuai dengan bidang keahliannya. Sistem ini disebut dengan sistem pakar karena fungsi dan perannya sama seperti seorang ahli yang harus memiliki pengetahuan, pengalaman dalam ememcahkan suatu persoalan. Ssitem ini biasanya berfungsi sebagai kunci penting yang akan membantu suatu sistem pendukung keputusan atau sistem pendukung eksekutif. 
Contoh : Program aplikasi yang mampu meniru seorang ahli medis dalam mendeteksi demam berdarah berdasarkan keluhan-keluhan pasiennya.

Sistem pakar atau Expert System terdiri dari dua komponen yaitu basis pengetahuan (knowledge base) dan alat pengambilan kesimpulan (inference engine). Biasa pengetahuan didapat dari akumulasi pengetahuan pakar pada bidang tertentu.
A.    Persamaan Artificial Intelligence dengan Expert System
Sama-sama untuk mencapai hasil yang maksimal dalam memecahkan masalah.

B.     Perbedaan  Artificial Intelligence dengan Expert System
Artificial Intelligence (AI) mengacu pada jalur atau langkah yang berorientasi pada hardware guna mencapai yang maksimal, sedangkan Expert System atau Sistem Pakar mengacu pada si pembuatnya atau seseorang yang ahli dalam suatu bidangnya atau mengacu pada si perancang itu sendiri sebagai objek dalam menyiapkan suatu sistem guna mendapatkan hasil yang maksimal.

C.     Contoh – Contoh Expert System
1.   Eliza
Salah satu Sistem Pakar yang paling awal dikembangk oleh Joseph Weizenbaum di MTT sebagai program komputer terapis. Program ini membuat pengguna berkominikasi dengan komputer sebagaimana sedang berkonsultasi dengan seorang terapis.
2.   Parry
Sebuah sistem pakar yang termasuk juga paling awal dikembangkan di Standford University oleh seorang psikiater, yaity Kenneth Colby. Kenneth Colby mensimulasikan seorang paranoid dalam sistem pakar parry ini.
3.   Nettalk
Hasil penelitian Terrence Sejnowski dan Charles Rosenberg pada pertengahan 1980 mengenai jaringan saraf tiruan. NetTalk adalah sebuah program yang berdasarkan pada jaring-jaring neuron dengan membaca tulisan dan mengucapkannya keras-keras. NetTalk membaca keras-keras dengan cara mengkonversi tulisan menjadi fonem-fonem, unit dasar dari suara sebuah bahasa. Hal ini mengungkapkan bahwa belajar membaca melibatkan mekanisme kompleks yang banyak melibatkan bagian dari otak manusia. Sistem ini memiliki tiga lapisan yaitu: lapisan input (setiap unit merespon tulisan), lapisan output (unit menampilkan ke 55 fonem dalam bahasa inggris) dan lapisan unit tersembunyi (setiap unit ditambahkan koneksinya pada setiap input maupun output).


Daftar Pustaka
http://febbrydwicahyo.blogspot.co.id/2015/12/sipartificial-intelligence-expert.html
H. A. Simon. (1987). Diambil dari buku Kusrini yang berjudul Sistem Pakar Teori dan Aplikasi. Andi Yogyakarta : Yogyakarta.
Rich, E. & Knight, K. (1991). Artificial Intellegence. Second Edition. New York : McGraw- Hill.


#SIP ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI)

A.    Sejarah Artificial Intelligence
Artificial Intelligence adalah sebuah rancangan program yang memungkinkan komputer melakukan suatu tugas atau mengambil keputusan dengan meniru cara berpikir dan penalaran manusia. Artificial Intelligence yaitu, ilmu tentang pembuatan mesin yang bekerja untuk memecahkan masalah dan melakukan pekerjaan yang sulit seperti otak manusia dalam melakukan hal itu sendiri.
Artificial Intelligence atau yang disebut dengan kecerdasan buatan ini, merupakan cabang dari ilmu komputer yang berpusat pada pengautomatisasi tingkah laku cerdas. Pengertian lain menyebutkan bahwa Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan adalah salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia. Artificial Intelligence juga merupakan sub bidang pengetahuan komputer yang ditujukan untuk membuat software dan hardware yang sepenuhnya bisa menirukan beberapa fungsi otak manusia.
Istilah ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1956 di konferensi darthmouth. Sejak saat itu , AI terus dikembangkan sebab berbagai penelitian mengenail teori teori dan prinsip prinsipnya juga terus berkembang. Meskipun AI baru muncul pada 1956 tapi teori teori yang mengarah ke AI sudah muncul sejak tahun 1941. Berikut Tahapan tahapan teori dalam AI :
§  Era Komputer Elektronik (1941)
Pada tahun 1941 telah ditemukan alat penyimpanan dan pemosresan informasi. Penemuan tersebut dinamakan komputer elektronik dan dikembangkan di USA dan jerman. Saat itu komputer membutuhkan ruangan yang luas , AC yang terpisah dan melibatkan ribuan kabel untuk menjalankan suatu program.Itu tentunya sangat merepotkan programmmer dalam membuat program. Pada tahun 1949 , berhasil ditemukan komputer yang mampu membuat pekerjaan memasukkan program menjadi lebih mudah. Penemuan ini menjadi dasar pengembangan yang mengarah ke AI
§  Masa Persiapan ( 1943 -1956)
Pada tahun 1943 , Warren McCulloch dan Walter Pitts berhasil membuat suatu model sel syaraf tiruan di mana setiap neuron digambarkan sebagai on dan off.mereka menunjukan bahwa setiap fungsi dapat dihitung dengan suatu jaringan sel syaraf dan bahwa semua hubungan logis dapat diimplementasikan dengan struktur jaringan sederhana. Pada tahun 1950 , Nobert Wiener membuat penelitian mengenai prinsip prinsip teori feedback. Contoh yang terkenal adalah thermostat . Penemuan ini yang merupakan awal dari perkembangan AI. Pada tahun 1956 John McCarhty membuat sebuah team utuk membantunya melakukan penelitian dalam bidang automata , jaringan syaraf dan mempelajari intelligence. Hasilnya adalah program yang mampu berpikir non-numeric dan menyelsaikan masalah pemikiran ,yang dinamakan principia mathematica. Hal ini menjadikan john McCarthy disebut sebagai father of AI.
§  Awal Perkembangan AI (1952 – 1969 )
Pada tahun pertama perkembangannya , AI mengalami banyak kesuksesan. Diawali dengan kesuksesan Newel dan Simon dengan sebuah program disebut General Problem Solver. Program ini dirancang untuk memlulai penyelesaian masalah secara manusiawi. Pada tahun 1958 McCarthy di MIT AI lam mendefinisikan bahasa pemograman tingkat tinggi yaitu LISP, yang sekarang mendominasi pembuatan program program AI. pada tahun 1959 keluarlah sebuah program AI yaitu Geometry Theorm Prover  yang dapat membuktikan suatu teorama teorama menggunakan axioma-axioma yang ada.Pada tahun 1968 , Program analogi buatan Tom Evan menyelesaikan masalah analogi geometris yang ada pada tes IQ
§  Perkembangan AI Melambat ( 1966- 1974)
Prediksi Herbert Simon pada tahun 1957 menyatakan bahwa AI akan menjadi ilmu pengetahuan yang berkembang dengan pesat ternyata meleset pada tahun tahun ini perkembangan AI menjadi sangat lambat
§  AI menjadi sebuah Industri ( 1980 – 1988)
Industrialisasi AI diawali dengan ditemukannya expert system (sistem pakar) yang dinamakan R1 yang mampu mengkonfigurasi sitem sistem komputer baru.


B.     Hubungan AI dan Kognisi Manusia
Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Kognisi dapat pula diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan. Proses yang dilakukan adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan.
Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia. Pada awal diciptakannya, komputer hanya difungsikan sebagai alat hitung saja. Namun seiring dengan perkembangan jaman, maka peran komputer semakin mendominasi kehidupan umat manusia. Komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai alat hitung, lebih dari itu, komputer diharapkan untuk dapat diberdayakan untuk mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan oleh manusia.
Manusia bisa menjadi pandai dalam menyelesaikan segala permasalahan di dunia ini karena manusia mempunyai pengetahuan dan pengalaman. Pengetahuan diperoleh dari cara mempelajarinya. Semakin banyak bekal pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang tentu saja diharapkan akan lebih mampu dalam menyelesaikan permasalahan. Namun bekal pengetahuan saja tidak cukup, manusia juga diberi akal untuk melakukan penalaran, mengambil kesimpulan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki. Tanpa memiliki kemampuan untuk menalar dengan baik, manusia dengan segudang pengalaman dan pengetahuan tidak akan dapat menyelesaikan masalah dengan baik. Demikian juga dengan kemampuan menalar yang sangat baik, namun tanpa dibekali pengetahuan dan pengalaman yang memadai, manusia juga tidak akan bisa menyelesaikan masalah dengan baik.
Dengan adanya kecerdasan buatan, diharapkan tidak menutup kemungkinan hanya dengan data pengetahuan yang terbatas, sebuah komputer dapat berpikir seperti manusia dalam menghadapi masalah.

Daftar Pustaka

Selasa, 18 Oktober 2016

#SIP CBIS ( Computer Based Information System )

CBIS ( Computer Based Information System )

A.    CBIS Secara General
Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem pengolah data menjadi sebuah informasi berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan. Sistem Informasi yang akurat dan efektif, dalam kenyataannya selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa komputer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Menurut Drs. Zulkifli Amsyah,MLS (2005:2), Informasi adalah data yang sudah diolah , dibentuk atau dimanipulasikan sesuai dengan keperluan tertentu. Sedangkan data adalah fakta yang sudah ditulis dalam bentuk catatan atau direkam kedalam berbagai bentuk media. meskipun secara teoritis, penerapan sebuah sistem informasimemang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya, namun pada prakteknya dengan data dan kebutuhan informasi yang  begitu kompleks maka peran teknologi komputer begitu dibutuhkan, peran komputer inilah yang dikenal dengan istilah “computer based” karena digunakan untuk mengolah informasi dalam sebuah sistem maka disebut “Computer Base Information System” atau sistem informasi berbasis computer.



CBIS ini diharapkan dapat menghasilkan informasi yang berkualitas, sehingga tujuan organisasi (user) dapat tercapai secara effisien dan efektif dengan hasil yang maksimal dalam proses yang optimal dan 5 (lima) hal pokok yang merupakan manfaat dari Sistem Informasi dalam pengendalian Manajemen Organisasi, adalah:




            ·         Penghematan waktu (time saving).
            ·         Penghematan biaya (cost saving).
            ·         Peningkatan efektifitas (effectiveness)
            ·         Pengembangan teknologi (technology development)
·         Pengembangan personil akuntansi (accounting staff development).

             Pada kenyataannya, Sistem Informasi yang akurat dan efektif selalu berhubungan dengan istilah “computer-based” atau pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. Agar suatu perusahaan dapat bersaing dengan perusahaan lain dalam memperkenalkan produk barang maupun jasa yang dimilikinya kepada konsumen, maka dibutuhkan suatu sistem informasi yang tepat agar dapat memberikan petunjuk aktual tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap komponen dalam perusahaan tersebut. Sistem informasi yang tepat, tentunya akan menghasilkan informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya. Informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya tersebut sangat diperlukan perusahaan untuk mendukung perusahaan dalam pengambilan keputusan-keputusan strategisuntuk dapat semakin maju dan memenangkan persaingan dengan perusahaan lain

B.     Evolusi CBIS
       1.      CBIS Berfokus pada data (EDP atau Electronic Data Processing)
EDP merupakan system informasi akutansi yang melaksanakan akuntansi perusahaan, aplikasi itu ditandai dengan pengolahan data yang tinggi.
a.       Pengolahan data, manipulasi atau mentransformasi simbol-simbol seperti angka dan abjad untuk tujuan meningkatkan kegunaannya.
b.  Tujuan pengolahan data yaitu untuk mnegumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakai di dalam maupun diluar perusahaan.
c.       EDP melakukan empat tugas dasar, yaitu :
·         Pengumpulan data
·  Manipulasi data pengklasifikasian, penyortiran, perhitungan, pengikhtisaran dan penyiapan dokumen.
·         Penyimpanan data
·         Penyiapan data
d.      Karakteristik EDP yaitu :
·         Melaksanakan tugas yang diperlukan
·         Berpegang pada prosedur yang relative standar
·         Menangani data yang rinci
·         Berfokus pada historis
·         Menyediakan infromasi pemecahan masalah yang minimal
e.       Contoh
Sistem terdistribusi yang digunakan perusahaan distribusi yaitu perusahaan yang mendistribusikan produk dan jasanya ke pelanggan misalnya perusahaan yang berorientasi produk seperti : manufaktur, pedagang besar, pengecer, dll.

2.      CBIS Berfokus Pada Sistem Informasi Manajemen ( SIM / IMS )
Sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi pemakai dengan kebutuhan yang serupa (Raymond mcLeod, jr).
Integrasi manusia/mesin guna menyediakan informasi untuk mendukung fungsi operasional manajemen & pengambilan keputusan pada suatu organisasi (Gordon B. Davis).
a.    Elemen – elemen SIM
Hardware, Software, Prosedur, Database, Model
b.   Tujuan SIM
Memenuhi kebutuhan informasi umum semua manajer dalam perusahaan atau dalam sub unit organisasional perusahaan (subunit dapat disasarkan pada area fungsional atau tingkatan manajemen).

3.      CBIS Berfokus pada Komunikasi ( Otomatisasi Kantor / Office Automation )
Semua system elektronik formal dan informal terutama yang berkaitan dengan komunikasi informasi ke dan dari orang-orang di dalam maupun diluar perusahaan.
a.    Fungsi OA
Untuk memudahkan segala jenis komunikasi baik lisan maupun tulisan & menyediakan informasi yang lebih baik untuk pengambilan keputusan.
b.   Tujuan OA :
·      Penghindaran biaya
·      Pemecahan masalah kelompok
·      Sebagai pelengkap
c.    Aplikasi OA :
1. Word Processing                          
2. Email                             
3. Voice Mail                                 
4. Electronic Calendering                     
5. Audio Conferencing
6. Video Conferencing
7. Computer Conferencing
8. Facsimile Transmission
9. Video Text
10. Imaging
11. Desktop Publishing

4.      CBIS Berfokus Pada Konsultasi ( Sistem Pakar / Expert System )
Secara umum, sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.
Sistem Pakar (Expert System) merupakan suatu sistem yang menggunakan pengetahuan manusia dalam komputer untuk memecahkan masalah yang biasanya dikerjakan oleh seorang pakar.
a.    Komponen Sistem Pakar :
·      User Interface 
Memungkinkan pemakai untuk dapat berinteraksi dengan sistem pakar.
·      Knowledge Base
Menyimpan pengetahuan gabungan yang digunakan untuk memecahkan masalah tertentu.
·      Interference Engine
Memberikan kemampuan penalaran yang menginterpretasikan isi dari knowledge base.
·      Development Engine
Digunakan oleh ahli dan analisis sistem untuk menciptakan sistem pakar.
b.   Output Sistem Pakar :
·      Penjelasan pertanyaan
·      Penjelasan pemecahan masalah

C.    Lingkup Data CBIS
           1.      Hierarki Data
               Data harus disusun secara teratur agar pengolahannya dapat dilakukan dengan baik dan                    efisien. Pengorganisasian data dapat dibagi dalam enam tingkatan, yaitu :
           a.       Bit adalah suatu sistem angka biner yang terdiri atas dua macam nilai saja, yaitu 0 dan                         sistem angka biner merupakan dasar dasar yang dapat digunakan untuk komunikasi antara                   manusia dan mesin (komputer) yang merupakan sekumpulan komponen elektronik dan                       hanya dapat membedakan dua keadaan saja (on dan off). Jadi bit adalah unit terkecil dari                       pembentuk data.
b.  Byte adalah bagian terkecil yang dapat dialamatkan dalam memori. Byte merupakan sekumpulan bit yang secara konvensional terdiri atas kombinasi delapan bit. Satu byte digunakan untuk mengkodekan satu buah karakter dalam memori. Contoh: Kode Ascii untuk J ialah 10101010. Jadi byte adalah kumpulan bit yang membentuk satu karakter (huruf, angka, atau tanda). Dengan kombinasi 8 bit, dapat diperoleh 256 karakter (= 2 pangkat 8).
c. Field atau kolom adalah unit terkecil yang disebut data. Field merupakan sekumpulan byte yang mempunyai makna. Contoh: Joni yang merupakan field nama.  Jadi field ibarat kumpulan karakter yang membentuk suatu kata.
d.  Record atau baris adalah kumpulan item yang secara logic saling berhubungan. Setiap record dapat dikenali oleh sesuatu yang mengenalinya, yaitu field kunci. Gambar 1 merupakan contoh dari record. Jadi record ibarat kumpulan kata yang membentuk satu kalimat yang berarti, misal gambar 1 mewakili kalimat: Joni memenmpuh mata kuliah MIS (kode IS101) dengan nilai A.
e. File atau tabel adalah kumpulan record yang sejenis dan secara logic berhubungan. Pembuatan dan pemeliharaan file adalah faktor yang sangat penting dalam sistem informasi manajemen yang memakai komputer. Jadi tabel ibarat kumpulan baris/record yang membentuk satu tabel yang berarti, misal gambar 2 mewakili tabel nilai mata kuliah MIS.

         f.   Database merupakan kumpulan file-file yang berhubungan secara logis dan digunakan                         secara rutin pada operasi-operasi sistem informasi manajemen. Semua database umumnya                   berisi elemen-elemen data yang disusun ke dalam file-file yang diorganisasikan berdasarkan                sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software                 untuk melakukan manipulasi data untuk kegunaan tertentu. Jadi, suatu database adalah                          menunjukkan suatu kumpulan tabel yang dipakai dalam suatu lingkup perusahaan atau                         instansi untuk tujuan tertentu.
Hirarki semua data diatas ditunjukkan pada gambar 4.




Gambar 4 : Hierarki Data


2.      Metode Penyimpanan Data
a.    DASD ( Direct Access Storage Device)
DASD merupakan suatu perangkat simpan yang bekerja dengan cara langsung. Artinya, perangkat tersebut dapat membaca atau menulis langsung ditempat yang diperlukan.
Perangkat simpan SASD biasanya digunakan untuk membuat cadangan (backup) data dan program, karena untuk membuat data cadangan tidak diperlukan kecepatan tinggi.
Contoh : Cakram magnetik yang terdiri dari hard disk atau floppy disk.
1.   Kriteria DASD :
·      Proses perekaman data tidak harus berurutan.
·      Mempunyai pengalamatan data
·      Data dapat disimpan dalam karakter atau blok
·      Proses write dapat dilakukan beberapa kali
·      Kecepatan akses data lebih cepat
2.   Keuntungan DASD yaitu akses secara langsung tanpa harus membaca seluruh data yang dimilikinya.

b.   SASD ( Sequential Access Storage Device )
Suatu perangkat simpan yang bekerja secara sekuensial. Dengan kata lain, perangkat simpan ini bekerja dengan cara membaca (atau menulis) data secara urut dari awal sampai akhir, tanpa ada kemungkinan meloncat atau melewati bagian tertentu.
Contoh : Magnetic Tape , Paper Tape, Punch Card.
1.      Kriteria SASD :
·      Proses perekaman data berurutan
·      Tidak ada pengalamatan data
·      Data disimpan dalam blok-blok
·      Proses write hanya bisa dilakukan sekali saja
·      Kecepatan akses data yang ketergantungan
2.      Keuntungan SASD
·      Organisasi file sederhana
·      Jarak setiap aplikasi yang tersimpan sangat jelas
·      Metode penyimpanan dalam memori sangat sederhana
·      Sangat mudah untuk digunakan
3.      Kerugian SASD
·   Apabila dilakukan perubahan data, maka seluruh record yang tersimpan di dalam master file, harus semuanya diproses
·      Data yang tersimpan harus sudah urut
·     Posisi data yang tersimpan sangat sulit untuk up-to-date, sebab master file hanya bisa berubah saat proses selesai dilakukan
·      Tidak dapat dilakukan pembacaan secara langsung.

D.    Metode Pemrosesan Data


1.      BATCH  Processing
Batch processing berasal dari kata batching atau pengelompokkan. Batch Processing, telah dikaitkan dengan komputer mainframe sejak awal komputasi elektronik pada tahun 1950. Ada berbagai macam alasan batch processing didominasi oleh komputasi awal. Salah satunya  karena masalah bisnis yang paling mendesak untuk alasan profitabilitas dan daya saing dalam dunia bisnis, khususnya akuntansi.
Sebuah model untuk mengolah data yang berguna untuk menghimpun data, setelah itu data tersebut bisa dikelompokkan dengan data lain yang memiliki kesamaan. Jadi dalam setiap batch ada indikasi tertentu, dimana informasi mengenai data tersebut dalam tekumpul dalam jumlah tertentu dan akan segera diproses. Salah satu contoh dari batch adalah email dan transaksi. Dengan melakukan kegiatan pengiriman email ataupun transaksi, itu berarti Anda telah melakukan perpindahan data kemudian menggunakan alat tertentu dan ada file atau dokumen yang dikirim ke orang lain. Batch ini bisa terjadi melalui online dan offline. Bila melalui online itu berarti Anda menggunakan koneksi dalam mengirim data atau dokumen ke orang yang dituju. Dalam batch online akan lebih mudah jika Anda menggunakan komputer atau laptop dengan koneksi internet yang baik sehingga Anda bisa mentransfer data dengan lancar.
Batch processing memiliki tujuan untuk memperbarui tiga file master, persediaan, piutang, dan analisis penjualan. Perusahaan biasanya memperbarui file batch mereka secara harian, yang disebut siklus harian. Kelemahan utama pengolahan batch adalah kenyataan bahwa file baru menjadi mutakhir setelah dilakukan siklus harian. Ini berarti manajemen tidak selalu memiliki informasi paling mutakhir yang menggambarkan sistem fisik.

2.      ON-LINE Processing
On-Line Proecessing adalah sebuah sistem yang mengaktifkan semua periferal sebagai pemasok data, dalam kendali komputer induk. Informasi-informasi yang muncul merupakan refleksi dari kondisi data yang paling mutakhir, karena setiap perkembangan data baru akan terus di update kan ke data induk. Pemrosesan online dikembangkan untuk mengatasi masalah file yang ketinggalan jaman. Terobosan teknologi yang memungkinkan pengolahan online adalah penyimpanan piringan magnetik.
Pemrosesan online dikembangkan untuk mengatasi masalah file yang ketinggalan jaman.
Data yang bisa di proses dengan memasukkan data dan biasanya penggunakan menggunakan koneksi kemudian membuthkan waktu untuk mendapat jawaban dari data yang telah dikirim. Dengan begitu si pengguna akan memasukkan data. Dari kegiatan ini maka pengguna mendapatkan keuntungan yaitu si pengguna akan mendapat hasil dari data yang diinputkan sesegera mungkin dan tidak harus menunggu lama. Tentunya hal ini lebih efektif dan efisien.

3.      REAL TIME Processing
Real Time merupakan suatu sistem pengolahan data yang membutuhkan tingkat transaksi dengan kecepatan tinggi. Istilah real time sering digunakan berhubungan dengan sistem komputer. Sistem real time adalah suatu sistem yang mengendalikan sistem fisik. Sistem ini mengharuskan komputer merespons dengan cepat pada status sistem fisik. Sistem real time adalah bentuk khusus dari sistem online. Sistem online menyediakan sumber daya konseptual yang mutakhir, dan sistem real time memperluas kemampuan tersebut dengan menggunakan sumber daya konseptual untuk menentukan operasi dari sistem fisik.
Salah satu pengolahan dengan proses konret yang menggunakan media online. Input ini dilakukan secara terus menerus dan secara otomatis bisa didapat melalui sensor. Dalam menggunakan pengolahan real time ini si pengguna jauh lebih mendapatkan keuntungan banyak karena waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh hasil sekejap saja. Jadi tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Reaksinya jauh lebih cepat dari beberapa pengolahan sebelumnya.
·      Berdasarkan batasan waktu yang dimilikinya, Real time system ini dibagi atas:
1. Hard Real time
2. Soft Real time
3. Firm Real time

·      Komponen dari Real time system ini adalah:
1. Perangkat keras,
2. Sistem Operasi Real time,
3. Bahasa Pemrograman Real time,
4. Sistem Komunikasi.

DAFTAR PUSTAKA :

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/645/jbptunikompp-gdl-estherroul-32229-8-unikom_e-i.pdf
            http://informatika.web.id/sistem-informasi-berbasis-komputer-cbis.htm
            http://willie.blog.binusian.org/files/2014/04/Totolan-Paper-5-Kelompok-9.docx
http://harya.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/27108/evolusi+%26+aplikasi+SI+berbasis+komputer.pdf
http://threedees.byethost18.com/face/Evolusi%20dan%20Aplikasi%20Sistem%20Informasi%20Berbasis%20Komputer.pptx?i=1
            http://okti-viani.blogspot.co.id/2015/11/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html
            http://pbsabn.lecture.ub.ac.id/2012/05/hierarki-data-data-hierarchy/
            http://www.slideshare.net/bayukomaraputra/bayu-kp-random-file
saefudin.staff.jak-stik.ac.id/.../sistem-berkas[2].doc
http://genggaminternet.com/perbedaan-batch-online-real-time-processing-method/
http://resya123.blogspot.co.id/2012/10/sasd-dasd-batch-processing-on-line-dan.html