ARTIFICIAL
INTELLIGENCE (AI)
A.
Sejarah
Artificial Intelligence
Artificial
Intelligence adalah sebuah rancangan program yang memungkinkan komputer
melakukan suatu tugas atau mengambil keputusan dengan meniru cara berpikir dan
penalaran manusia. Artificial Intelligence yaitu, ilmu tentang pembuatan mesin
yang bekerja untuk memecahkan masalah dan melakukan pekerjaan yang sulit
seperti otak manusia dalam melakukan hal itu sendiri.
Artificial
Intelligence atau yang disebut dengan kecerdasan buatan ini, merupakan cabang
dari ilmu komputer yang berpusat pada pengautomatisasi tingkah laku cerdas.
Pengertian lain menyebutkan bahwa Artificial Intelligence atau kecerdasan
buatan adalah salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin
(komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh
manusia. Artificial Intelligence juga merupakan sub bidang pengetahuan komputer
yang ditujukan untuk membuat software dan hardware yang sepenuhnya bisa
menirukan beberapa fungsi otak manusia.
Istilah
ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1956 di konferensi darthmouth. Sejak
saat itu , AI terus dikembangkan sebab berbagai penelitian mengenail teori
teori dan prinsip prinsipnya juga terus berkembang. Meskipun AI baru muncul
pada 1956 tapi teori teori yang mengarah ke AI sudah muncul sejak tahun 1941.
Berikut Tahapan tahapan teori dalam AI :
§ Era
Komputer Elektronik (1941)
Pada tahun 1941 telah
ditemukan alat penyimpanan dan pemosresan informasi. Penemuan tersebut
dinamakan komputer elektronik dan dikembangkan di USA dan jerman. Saat itu
komputer membutuhkan ruangan yang luas , AC yang terpisah dan melibatkan ribuan
kabel untuk menjalankan suatu program.Itu tentunya sangat merepotkan
programmmer dalam membuat program. Pada tahun 1949 , berhasil ditemukan
komputer yang mampu membuat pekerjaan memasukkan program menjadi lebih mudah.
Penemuan ini menjadi dasar pengembangan yang mengarah ke AI
§ Masa
Persiapan ( 1943 -1956)
Pada tahun 1943 , Warren
McCulloch dan Walter Pitts berhasil membuat suatu model sel syaraf tiruan di
mana setiap neuron digambarkan sebagai on dan off.mereka menunjukan bahwa
setiap fungsi dapat dihitung dengan suatu jaringan sel syaraf dan bahwa semua
hubungan logis dapat diimplementasikan dengan struktur jaringan sederhana. Pada
tahun 1950 , Nobert Wiener membuat penelitian mengenai prinsip prinsip teori
feedback. Contoh yang terkenal adalah thermostat . Penemuan ini yang merupakan
awal dari perkembangan AI. Pada tahun 1956 John McCarhty membuat sebuah team
utuk membantunya melakukan penelitian dalam bidang automata , jaringan syaraf
dan mempelajari intelligence. Hasilnya adalah program yang mampu berpikir
non-numeric dan menyelsaikan masalah pemikiran ,yang dinamakan principia mathematica. Hal ini
menjadikan john McCarthy disebut sebagai father of AI.
§ Awal
Perkembangan AI (1952 – 1969 )
Pada
tahun pertama perkembangannya , AI mengalami banyak kesuksesan. Diawali dengan
kesuksesan Newel dan Simon dengan sebuah program disebut General Problem
Solver. Program ini dirancang untuk memlulai penyelesaian masalah secara
manusiawi. Pada tahun 1958 McCarthy di MIT AI lam mendefinisikan bahasa
pemograman tingkat tinggi yaitu LISP, yang sekarang mendominasi pembuatan
program program AI. pada tahun 1959 keluarlah sebuah program AI yaitu Geometry
Theorm Prover yang dapat membuktikan suatu teorama teorama menggunakan
axioma-axioma yang ada.Pada tahun 1968 , Program analogi buatan Tom Evan
menyelesaikan masalah analogi geometris yang ada pada tes IQ
§ Perkembangan
AI Melambat ( 1966- 1974)
Prediksi Herbert Simon pada
tahun 1957 menyatakan bahwa AI akan menjadi ilmu pengetahuan yang berkembang
dengan pesat ternyata meleset pada tahun tahun ini perkembangan AI menjadi
sangat lambat
§ AI
menjadi sebuah Industri ( 1980 – 1988)
Industrialisasi AI diawali
dengan ditemukannya expert system (sistem pakar) yang dinamakan R1 yang mampu
mengkonfigurasi sitem sistem komputer baru.
B.
Hubungan
AI dan Kognisi Manusia
Kognisi adalah kepercayaan
seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang
atau sesuatu. Kognisi dapat pula diartikan sebagai pemahaman terhadap
pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan. Proses yang dilakukan
adalah memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas
mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan dan
berbahasa. Kapasitas atau kemampuan kognisi biasa diartikan sebagai kecerdasan
atau inteligensi. Bidang ilmu yang mempelajari kognisi beragam, di antaranya
adalah psikologi, filsafat, komunikasi, neurosains, serta kecerdasan buatan.
Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence merupakan salah
satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan
pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia. Pada awal diciptakannya,
komputer hanya difungsikan sebagai alat hitung saja. Namun seiring dengan
perkembangan jaman, maka peran komputer semakin mendominasi kehidupan umat
manusia. Komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai alat hitung, lebih dari
itu, komputer diharapkan untuk dapat diberdayakan untuk mengerjakan sesuatu
yang bisa dikerjakan oleh manusia.
Manusia bisa menjadi pandai
dalam menyelesaikan segala permasalahan di dunia ini karena manusia mempunyai
pengetahuan dan pengalaman. Pengetahuan diperoleh dari cara mempelajarinya.
Semakin banyak bekal pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang tentu saja
diharapkan akan lebih mampu dalam menyelesaikan permasalahan. Namun bekal
pengetahuan saja tidak cukup, manusia juga diberi akal untuk melakukan
penalaran, mengambil kesimpulan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang
mereka miliki. Tanpa memiliki kemampuan untuk menalar dengan baik, manusia
dengan segudang pengalaman dan pengetahuan tidak akan dapat menyelesaikan
masalah dengan baik. Demikian juga dengan kemampuan menalar yang sangat baik,
namun tanpa dibekali pengetahuan dan pengalaman yang memadai, manusia juga
tidak akan bisa menyelesaikan masalah dengan baik.
Dengan adanya kecerdasan
buatan, diharapkan tidak menutup kemungkinan hanya dengan data pengetahuan yang
terbatas, sebuah komputer dapat berpikir seperti manusia dalam menghadapi
masalah.
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar