PSIKOLOGI KONSUMEN
PEMASARAN PRODUK BERBASIS TEKNOLOGI
Kelompok 1
Disusun Oleh:
Ade Antika Septiana
Cindy Puspasari
Inggit Dewintia
Juang Herdiana Muslim
Riesa Callista S
Rinda Athreeani Prasetya
Trie Shara Damayanti
3PA07
Landasan Teori
A.
Definisi Teknologi dan Pemasaran
Teknologi tidak dapat hanya dipahami sebagai benda-benda
konkret saja, seperti mesin, alat, perkakas dan lain sebagainya. Seperti
terlihat dari awal katanya, teknologi adalah sebuah ilmu, yaitu ilmu untuk membuat
suatu alat, perkakas, mesin atau bentuk-bentuk konkret lainnya (sebagai
penerapan kaidah dan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan) untuk memudahkan
aktivitas atau pekerjaan manusia. Dengan demikian, teknologi itu, mempunyai
empat komponen yaitu
1.
Pengetahuan, yaitu
seperangkat gagasan bagaimana mengerjakan sesuatu.
2.
Tujuan, untuk apa
“sesuatu” tersebut digunakan,
3.
Aktivitasnya harus
terpola dan terorganisasi, dan,
4.
Lingkungan pendukung
agar aktivitas itu dapat berjalan efektif.
Pada masa sekarang, prinsip teknologi
sebagai alat (kepanjangan tangan) manusia masih terus berlanjut. Prinsip ini
dapat dijumpai pada tang, obeng dan sepeda, meskipun nuansanya lebih canggih
dari pada masa sebelumnya. Secara prinsip, bentuk maupun kegunaan, teknologi
modern berkembang sangat pesat. Hal itu dikarenakan teknologi tersebut
merupakan penerapan praktis prinsip-prinsip modern. Sebagai contoh, bola lampu
pijar dan telepon adalah penerapan praktis teori listrik Faraday dalam
kehidupan sehari-hari.
Dari segi penggunaannya, teknologi ada yang bersifat individual dan ada
pula teknologi yang bersifat kolektif. Tipe teknologi pertama dapat kita jumpai
pada obeng, tang dan sepeda. Prinsip mana tipe teknologi ini adalah sebagai
alat atau kepanjangan tangan manusia. Tangan kita, jelas sulit untuk mencabut
paku atau menancapkan mur. Karena itu dibuatlah obeng dan tang untuk memudahkan
pekerjaan. Demikian pula sepeda adalah alat untuk mempercepat perjalanan kita.
Sedangkan teknologi yang bersifat kolektif adalah teknologi yang dalam
penggunaannya harus dilakukan secara bersama-sama. Televisi, baru bisa kita
nikmati setelah dikelola secara kolektif. Ada acara yang disajikan. Harus ada
stasiun televisi yang menyiarkan acara tersebut Penyusunan acara dan penyiaran
acara televisi tersebut oleh stasiun televisi sudah tentu melibatkan banyak
orang. Teknologi yang bersifat kolektif ini juga dapat dijumpai pada
pabrik-pabrik yang menghasilkan satu barang. Dalam proses pembuatan mobil
misalnya, secanggih apa pun sebuah teknologi yang dipergunakan harus melibatkan
banyak orang. Ada sebagian orang yang memasang bagian tertentu dan sebagian
lainnya mengecat; sementara yang lain melakukan finishing. Dengan kata lain,
dalam proses teknologi yang bersifat kolektif tersebut terkaiterat dengan soal
manajemen atau suatu sistem produksi.
Menurut Wiliam J. Stanton menjelaskan pemasaran adalah suatu sistem
keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang
memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial. Jadi
jika kita meninjau kembali maka pemasaran sebagai suatu sistem dari
kegiatan-kegiatan yang saling berhubungan, ditujukan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa kepada
kelompok pembeli.
Jadi disini teknologi dan pemasaran sebagai hal yang dapat dikaitkan
sebagai pola yang saling memberi keuntungan satu sama lain. Jika tidak ada
teknologi maka pemasaran akan menjadi terbelakang dan tidak akan maju untuk
memenuhi tuntutan zaman. Maka dalam hal ini perlu adanya pengetahuan
peran dan dampak teknologi dalam kaitannya di bidang pemasaran.
- Peran Dan Dampak Teknologi di
Bidang Pemasaran
Teknologi Informasi sebagai tulang
punggung manajemen supply chain, konsep manajemen supply chain tidak dapat
dipisahkan dari perkembangan teknologi informasi (TI). Konsep menajemen supply
chain memperlihatkan adanya proses ketergantungan antara berbagai perusahaan
yang terkait di dalam sebuah system bisnis. Semakin banyak perusahaan yang
terlibat dalam rantai tersebut, akan semakin kompleks strategi pengelolaan yang
perlu dibangun. Dalam konteks bisnis, internet membawa dampak transpormasional
yang menciptakan paradigma baru dalam berbisnis, berupa digital marketing atau
internet marketing (cyber marketing, electronic marketing). Istilah
internetisasi mengacu pada proses sebuah perusahaan terlibat dalam
aktivitas-aktivitas bisnis secara elektronik (e-commerce atau e-bisnis),
khususnya dengan memanfaatkan internet sebagai media, pasar, maupun
infrastruktur penunjang. Kebutuhan akan tenaga yang berbasis teknologi
informasi masih terus meningkat; hal ini bisa terlihat dengan banyaknya jenis
pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di berbagai
bidang; juga jumlah SDM berkemampuan di bidang teknologi informasi masih
sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia.
Dengan teknologi informasi yang
terkoneksi dengan jaringan internet global memberikan peluang dalam pemasaran
produk atau jasa, dengan jaringan internet dan fitur web yang menarik merupakan
salah satu alat promosi yang baik dan lebih murah terutama dalam bisnis jasa.
Dalam konsep Good Governance dimana terdapat kesetaraan peran antara
pemerintah, masyarakat dan swasta, mau tidak mau pemerintahpun harus menguasai
dan mengembangkan teknologi informasi yang populer sekarang dengan sebutan
E-Goverment. Pada prinsipnya peran teknologi dalam pemasaran adalah sebagai
alat untuk mempermudah proses, dibalik itu tetap sumberdaya manusia dan
strategi pemasaran memegang kunci utama.
Teknologi dalam pemasaran punya
peran penting untuk meningkatkan eksistensi sebuah perusahaan atau suatu badan
usaha. Pemasaran pada zaman sekarang ini, jika tidak ditunjang dengan adanya
perkembangan teknologi yang maju tidak mungkin dapat dipasarkan secara
maksimal. Peranan teknologi dalam pemasran yakni menunjang kegiatan-kegiatan
yang saling berhubungan, ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, serta
kaitannya dengan mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa kepada
kelompok pembeli. Sehingga pemasaran barang dan jasa dapat berjalan secara
maksimal.
- . Dampak Teknologi di Bidang
Pemasaran
Suatu perkembangan teknologi dapat
memiliki peranan penting dalam kehidupan manusia. Namun, di sisi lain juga
memiliki dampak dalam kehidupan manusia. Terutama kaitannya di bidang pemasaran
yang terjadi dalam proses jual beli di suatu perusahaan atau badan usaha untuk
mempromosikan produknya. Dampak dari teknologi di bidang pemasaran dapat berupa
dampak positif atau yang membawa kemajuan, tetapi juga dapat berupa dampak
negatif atau yang membuat kemunduran.
Salah satu dampak positif dari
teknologi dalam kehidupan manusia, terutama di bidang pemasaran yakni proses
penyampaian informasi secara cepat. Jika zaman dulu, dalam memasarkan produk
harus menunggu beberapa minggu atau beberapa bulan baru tersampaikan. Tetapi,
pada zaman sekarang ini, dengan kemajuan teknologi informasi para penjual
maupun pembeli tidak perlu menunggu lama-lama untuk dapat melihat produk. Karena
dapat diakses melalui sebuah jaringan internet maupun situs – situs terkait.
Dampak positif yang lain dari
perkembangan teknologi adalah proses transaksi yang dapat berlangsung secara
cepat. Tidak perlu antri lama – lama di kmtor pos untuk mengirim maupun
mengambil uang. Adanya fasilitas ATM (Anjungan Tunai Mandiri) adalah salah satu
sarana penunjang dalam sebuah kelancaran pemasaran barang dan jasa. Pengenalan
produk barang dan jasa suatu perusahaan maupun badan usaha melalui media
periklanan, baik itu media elektronik maupun media cetak. Seperti televisi,
pemasangan iklan lewat internet yang saat ini banyak beredar. Dan media cetak
seperti koran, majalah, buletin. Merupakan bukti adanya dampak yang berpengaruh
baik atau positif bagi teknologi yakni dibidang pemasaran. Perkembangan
teknologi yang terus berkembang membuat massyarakat dalam menjalankan
kehidupannya menjadi semakin maju dan tidak gagap teknologi. Artinya dapat
mengikuti perubahan zaman yang terjadi yang ditandai dengan adanya perubahan dan
pengembangan teknologi yang berproses secara bertahap.
Dampak negatif atau dampak yang
kurang baik bagi teknologi dibidang pemasaran salah satunya adalah adanya
kesenjangan sosial. Dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi dan
ketidaksamaan pemerataan peranan teknologi sangat besar, karena perkembangan
teknologi berkaitan erat dengan stratifikasi sosial. Dalam hal ini surplus
ekonomi dalam kaitannya dengan pemasaran dianggap berkaitan erat dengan
perkembangan teknologi. Dengan demikian maka, penetapan teknologi rendah maupun
teknologi tinggi sangat berdampak terhadap kesenjangan sosial.
Dampak negatif yang lainnya adalah
dibidang sosial ekonomi teknologi. Dalam hal ini, teknologi mungkin
memiliki wajah yang revolusioner. Meskipun banyak pendapat mengenai peran
teknologi dalam masyarakat, namun satu hal yang pokok bahwa teknologi merupakan
salah satu faktor yang dapat mengubah tatanan suatu masyarakat sehingga
memiliki wajah yang lain sama sekali. Dikatakan demikian karena dulu ketika
ditemukan teknologi peleburan besicangkul, dan baju, lahirlah revolusi pertama
dalam sejarah manusia, yaitu pertanian. Dan ketika mesin uap ditemukan dan
kemudian menjadi motor penggerak mesin-mesin di pabrik, lagi-lagi teknologi
menjadi salah satu faktor terjadinya revolusi industri.
Namun dari segi-segi tertentu,
teknologi telah membuat perubahan bentuk maupun kapasitas sehingga
menghilangkan ciri khas personal dalam sebuah produk. Dampak sosial teknologi
jauh sekali terasa bila melalui proses alih teknologi. Penggunaan sebuah
teknologi baru (yang belum tentu sesuai dengan karakter lokal) menuntut
penyesuaian struktur sosial budaya dengan cepat. Akibatnya, masyarakat tersebut
akan mengalami suatu kondisi kritis yang dapat berujung pada sebuah kelompok
atau kesatuan baru, mungkin malah terjadi perselisihan atau perpecahan.
Kenyataan menunjukkan bahwa kepentingan ekonomi dan politik sangat mempengaruhi
penerimaan alih teknologi, termasuk di dalamnya kepentingan ekonomi dan praktek
dari negara pengalih teknologi.
Kesimpulan
Berdasarkan
uraian di atas,dapat disimpulkan bahwa teknologi itu berkembang dari masa ke
masa. Seiring dengan perkembangan zaman serta peningkatan SDM ( Sumber Daya
Manusia) dalam kehidupan manusia. Teknologi banyak membawa perubahan disegala
bidang. Selain itu, teknologi juga banyak memiliki peranan penting, yang juga
memilki dampak di bidang pemasaran. Adanya hal tersebut, tentunya dapat menjadi
sebuah analisa. Bahwa ketika teknologi itu berkembang pasti ada dampak yang
mengiringinya.
Teknologi
adalah sebuah bukti bahwa kehidupan itu berjalan. Meskipun, banyak terjadi
kontroversi dalam prosesnya. Tetapi, tetap saja teknolgi tidak dapat lepas dari
kehidupan manusia. Didalam bidang pemasaran, tentunya teknologi yang maju dapat
mengembangkan berbagai hal. Yang berfungsi bagi kemajuan suatu perusahaan atau
badan usaha. Perlu juga sebuah pengawasan teknologi, agar teknologi tidak
difungsikan untuk hal yang kurang baik bahkan disalahgunakan untuk tindakan
yang melanggar aturan / norma yang berlaku.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul kadir. 2003. Pengenalan
Teknologi Informasi.Yogyakarta : Andi
Basu Swastha.1983.Manajemen
Pemasaran Modern.Yogyakarta:Liberty
Maskoeri, Jasin. 1989. Ilmu
Alamiah Dasar (Untuk Perguruan Tinggi non Eksakta dan Umum). Jakarta : PT
Raja Grafindo Persada.
Sukardjo, JS. 2005. Ilmu
Kealaman Dasar. Surakarta : UNS Press.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar