Dalam sebuah penulisan di media elektronik atau online,
individu harus dapat memahami dan mengetahui dengan benar etika yang ada dalam
sebuah penulisan. Dalam menulis artikel atau pendapat pribadi harus
memperhatikan setiap makna tulisan dan harus sopan untuk setiap kata-kata yang
di muat dalam tulisan tersebut. Dalam
(Dewabrata, Kalimat Jurnalistik, 2006), terdapat empat sense yang harus disertakan ketika menulis, yaitu accuracy (keakuratan), responsibility (tanggung jawab), fairness (keadilan), dan honesty (kejujuran). Hal itu harus di
perhatikan penulis ketika ingin membuat suatu tulisan di media elektronik atau
online. Penulis harus mengetahui etika-etika yang ada dalam sebuah tulisan atau
artikel, karena berguna untuk menjaga dan juga mematuhi aturan-aturan yang
telah di tetapkan oleh hukum. Bila penulis tersebut ingin mengemukakan suatu
pandangannya atau memuat suatu tulisan di media online, tidak dengan begitu
saja mencantumkan tulisan sesuai dengan keinginannya, harus memikirkan dengan
matang bahwa kata-kata tersebut tepat, agar pembaca tidak menimbulkan
kekeliruan atau salah tafsir, bahkan menyinggung pihak-pihak mengenai
tulisannya tersebut.
Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani
yaitu “Ethos”, yang artinya watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom).
Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah
dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang yang
artinya juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan
perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.
Artikel adalah karangan pendek, berkisar antara 300 sampai
1.000 kata, yang membahas tema tertentu yang ditujukan untuk menyampaikan
pikiran terhadap sebuah realitas, baik berupa fakta, atau konsep tertentu.
Media
online adalah sebutan umum untuk sebuah bentuk media yang berbasis
telekomunikasi dan multimedia. Didalamnya terdapat portal, website (situs web),
radio-online, TV-online, pers online, mail-online, dll dengan karakteristik
masing-masing sesuai dengan fasilitas yang memungkinkan user memanfaatkannya.
Terdapat 2 gaya bahasa yang sering digunakan ketika menulis,
yaitu gaya jurnalistik dan gaya ringkasan. Gaya jurnalistik langsung memberikan
informasi utama pada bagian awal artikel dan informasi pendukung akan menyusul
di bagian tengah atau akhir artikelnya. Sedangkan gaya ringkasan mirip dengan
gaya berita ringkas yang ditujukan pada pembaca yang mengharapkan informasi
terperinci, dan pembaca dapat memutuskan apakah dia akan membaca rincian yang
diberikan atau cukup hanya membaca ringkasan artikelnya saja.
Menulis artikel online bukanlah semata-mata asal menulis saja
sesuai ego sang penulis atau pengarang blog atau website, melainkan harus memperhatikan
beberapa faktor atau etika menulis artikel dengan baik dan benar. Hal tersebut
bertujuan untuk memudahkan pembaca memahami dan meresapi intisari dari artikel
yang telah anda atau pengarang publikasikan melalui blog atau website mereka.
Beberapa etika yang harus diperhatikan dalam menulis artikel
pada media online yaitu :
1.
Gunakan Bahasa yang Mudah Dimengerti oleh Semua Orang
Usahakan agar setiap artikel yang kita tulis
dalam blog dapat dibaca dan mudah dimengerti oleh orang lain dan tentunya dengan
gaya bahasa yang sederhana. Karena itu diperlukan latihan yang berulang-ulang
dalam membuat artikel yang baik dan akhirnya itu akan mengasah kemampuan
menulis kita menjadi lebih baik.
2.
Banyak Membaca Buku atau Referensi Lain
Seorang penulis tidak mungkin
bisa menghasilkan tulisan yang bagus kalau dia jarang atau tidak pernah membaca
tulisan orang lain, itu pasti. Sebagai contoh, misalnya seorang pemilik blog
yang menulis tentang internet marketing di dalam blognya, tentu saja dia akan
membutuhkan referensi yang baik untuk membuat artikel bermutu.
Selain mendapat informasi,
inspirasi, dan pengetahuan baru, membaca buku juga dapat membantu otak kita
untuk berpikir secara logis dan sistematis. Jika kita sering membaca buku atau
tulisan-tulisan yang bermutu maka lambat laun kita juga akan dapat menulis
artikel atau buku yang enak dibaca.
3.
Memiliki Gaya
Bahasa yang Unik
Apapun
gaya atau cara kita membuat sebuah tulisan yang terpenting di sini adalah
bagaimana agar tulisan atau artikel tersebut memberikan informasi, relevan, dan
mudah dicerna oleh pembaca. Kita bisa membuat sebuah artikel yang sederhana
untuk sebuah informasi yang memang sederhana, dan kita juga bisa membuat sebuah
artikel dengan judul yang mengandung provokatif yang bisa menghentak pembaca
anda.
Daftar Pustaka :
Dewabrata, A. M. 2006. Kalimat Jurnalistik: Panduan
Mencermati Penulisan Berita. Jakarta: Kompas
http://keishafeggy.blogspot.co.id/2015/10/sip-etika-menulis-artikel-online.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar