A. Pengukuran
Pengukuran adalah membandingkan sesuatu dengan
sesuatu yang lain sebagai patokan. Dalam pengukuran, terdapat 2 faktor utama,
yaitu perbandingan dan patokan (standar). Sebagai contoh, Adi dan Budi ingin
mengukur panjang meja dengan menggunakan jengkal tangan. Kita bandingkan hasil
pengukuran meja menggunakan tangan Adi, dengan tangan Budi. Ternyata, hasil
pengukuran meja dengan tangan Adi sebesar 25 jengkal, sedangkan tangan Budi
sebesar 30 jengkal. Dengan demikian, pengukuran juga dapat didefinisikan suatu
proses membandingkan suatu besaran dengan besaran lain (sejenis) yang dipakai
sebagai satuan (pembanding dalam pengukuran).
Pengukuran dapat dilakukan dengan 2 cara :
1) Pengukuran Langsung
Suatu pengukuran dengan menggunakan
alat ukur dan langsung memberikan hasilnya.
Contoh : pengukuran panjang
meja
2) Pengukuran Tidak Langsung
Suatu pengukuran dengan menggunakan
cara dan perhitungan terlebih dahulu, baru memberikan hasilnya.
Contoh : Pengukuran
Benda-Benda kuno
v Pengukuran Berdasarkan Sistem Metrik
dan SI
Setelah abad
ke-17, para ilmuwan menggunakan sistem pengukuran yang pada awalnya disebut
sistem pengukuran metrik. Sistem ini merupakan satuan yang dahulu
dipakai dalam dunia pendidikan dan pengetahuan. Sistem metrik dikelompokkan
menjadi Sistem Metrik Besar atau MKS (Meter Kilogram Second),
yang pada tahun 1960 satuan ini dipergunakan dan diresmikan menjadi Sistem
Internasional (SI) atau biasa disebut dengan Sistem Metrik Kecil
atau CGS (Centimeter Gram Second).
Sistem Metrik diusulkan menjadi SI,
karena satuan-satuan dalam sistem ini dihubungkan dengan bilangan pokok 10,
sehingga lebih memudahkan penggunaannya. Berikut akan adalah tabel awalan
sistem metrik yang digunakan dalam SI.
a) Sistem Internasional untuk Panjang
Hasil
pengukuran besaran panjang biasanya dinyatakan dalam satuan meter, centimeter,
milimeter atau kilometer. Satuan Besaran dalam sistem SI adalah Meter. Pada
mulanya satu meter ditetapkan sama dengan panjang sepersepuluh juta
(1/10000000) dari jarak kutub utara ke khatulistiwa melalui Paris. Kemudian
dibuatlah batang meter standar dari campuran Platina-Iridium. Satu meter
didefinisikan sebagai jarak dua goresan pada batang ketika bersuhu 0ºC.
Namun,
batang meter standar dapat berubah dan rusak karena dipengaruhi oleh suhu, serta
menimbulkan kesulitan dalam menentukan ketelitian pengukuran. Oleh karena itu,
pada tahun 1960 definisi satu meter diubah. Satu meter didefinisikan sebagai
jarak 1650763,72 kali panjang gelombang sinar jingga yang dipancarkan oleh atom
gas krypton-86 dalam ruang hampa pada suatu lucutan listrik.
Pada Tahun
1983, Konferensi Internasional tentang timbangan dan ukuran
memutuskan bahwa satu meter merupakan jarak yang ditempuh cahaya pada selang
waktu 1/299792458 sekon. Penggunaan kecepatan cahaya ini, karena nilainya
dianggap selalu konstan.
b) Sistem Internasional untuk Massa
Besaran
massa dalam satuan SI dinyatakan dalam satuan kilogram (Kg). Pada mulanya, para
ahli mendefinisikan satu kilogram sebagai massa sebuah silinder yang terbuat
dari bahan campuran Platina dan Iridium yang disimpan di Sevres, dekat Paris.
Untuk mendapatkan ketelitian yang lebih baik, massa satu kilogram didefinisikan
sebagai massa satu liter air murni pada suhu 4oC.
c) Sistem Internasional untuk Waktu
Besaran
waktu dinyatakan dalam satuan detik atau sekon dalam SI. Pada awalnya satuan
waktu dinyatakan atas dasar waktu rotasi bumi pada porosnya, yaitu 1 hari. Satu
detik didefinisikan sebagai 1/26400 kali satu hari rata-rata. Satu hari
rata-rata sama dengan 24 jam = 24 x 60 x 60 = 86400 detik. Karena satu hari
matahari tidak selalu tetap dari waktu ke waktu, maka pada tahun 1956 para ahli
menetapkan definisi baru. Satu detik adalah selang waktu yang diperlukan oleh
atom cesium-133 untuk melakukan getaran sebanyak 9192631770 kali.
d) Sistem Internasional untuk Suhu
Satu Kelvin
adalah 1/273,16 suhu titik tripel air
e) Sistem Internasional untuk Kuat Arus
Listrik
Satu Ampere
adalah arus tetap yang dipertahankan untuk tetap mengalir pada dua batang
penghantar sejajar dengan panjang tak terhingga dan dengan luas penampang yang
dapat diabaikan dan dipisahkan sejauh satu meter dari vakum, yang akan
menghasilkan gaya sebesar 2x10^-7 N m^-1.
f) Sistem Internasional untuk
Intensitas Cahaya
Satu candela
adalah intensitas cahaya yang besarnya sama dengan intensitas sebuah sumber
cahaya pada satu arah tertentu yang memancarkan radiasi monokhromatik dengan
frekuensi 540 x 10^12 Hz dan memiliki intensitas pancaran pada arah tersebut
sebesar 1/683 watt per steradian.
g) Sistem Internasional Jumlah Zat
satu mol
sama dengan jumlah zat yang mengandung satuan elementer sebanyak jumlah atom
didalam 0,012 kg karbon -12. satuan elementer dapat berupa atom, molekul, ion,
elektron, dll.
B. Besaran
Besaran
adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dalam angka serta mempunyai
nilai satuan. Sistem satuan dalam besaran fisika prinsipnya bersifat
standar/baku, yaitu bersifat tetap, berlaku universal, dan dapat digunakan
setiap saat dengan tetap. Besaran dalam fisika dikelompokkan menjadi 2, yaitu Besaran
Pokok dan Besaran Turunan.
1. Besaran Pokok
Besaran
Pokok adalah besaran yang sudah ditetapkan terlebih dahulu. Berikut ini
merupakan tabel Besaran pokok dalam sistem Metrik dengan satuan MKS (Meter
Kilogram Second) dan CGS (Centimeter Gram Second) :
N0
|
Besaran Pokok
|
Satuan SI/MKKS
|
Singkatan
|
Satuan Sistem CGS
|
Singkatan
|
1
|
Panjang
|
meter
|
m
|
centimeter
|
cm
|
2
|
Massa
|
kilogram
|
kg
|
gram
|
g
|
3
|
Waktu
|
detik
|
s
|
detik
|
s
|
4
|
Suhu
|
kelvin
|
K
|
Kelvin
|
k
|
5
|
Kuat arus listrik
|
ampere
|
A
|
stat ampere
|
statA
|
6
|
Intensitas cahaya
|
candela
|
Cd
|
candela
|
Cd
|
7
|
Jumlah zat
|
kilo mol
|
kmol
|
mol
|
mol
|
2. Besaran Turunan
Besaran
Turunan merupakan besaran yang dijabarkan dari besaran-besaran pokok. Contohnya
: Luas, Kecepatan, Percepatan,dll. Berikut tabel besaran turunan beserta
satuannya :
N0
|
Besaran Turunan
|
Penjabaran dari Besaran Pokok
|
Satuan dalam MKKS
|
1
|
Luas
|
Panjang × Lebar
|
m2
|
2
|
Volume
|
Panjang × Lebar × Tinggi
|
m3
|
3
|
Massa Jenis
|
Massa : Volume
|
kg/m3
|
4
|
Kecepatan
|
Perpindahan : Waktu
|
m/s
|
5
|
Percepatan
|
Kecepatan : Waktu
|
m/s2
|
6
|
Gaya
|
Massa × Percepatan
|
newton (N) = kg.m/s2
|
7
|
Usaha
|
Gaya × Perpindahan
|
joule (J) = kg.m2/s2
|
8
|
Daya
|
Usaha : Waktu
|
watt (W) = kg.m2/s3
|
9
|
Tekanan
|
Gaya : Luas
|
pascal (Pa) = N/m2
|
10
|
Momentum
|
Massa × Kecepatan
|
kg.m/s
|
C. Dimensi
Dimensi
menyatakan sifat fisis suatu besaran, atau dengan kata lain dimensi merupakan
simbol dari besaran pokok. Dimensi dapat dipakai untuk mengecek rumus-rumus
fisika. Rumus Fisika yang benar, harus mempunyai dimensi yang sama pada kedua
ruas.
Dimensi
Besaran fisika diwakili dengan simbol, misalnya M, L dan T. M mewakili Massa (mass),
L mewakili Panjang (Length), dan T mewakili waktu (Time). Ada 2
macam dimensi, yaitu Dimensi Primer dan Dimensi Sekunder. Dimensi
Primer meliputi M (untuk satuan massa), L (untuk satuan Panjang), dan T
(untuk satuan waktu). Dimensi Sekunder adalah dimensi dari semua besaran
turunan yang dinyatakan dalam dimensi primer. Contoh Dimensi Sekunder : Dimensi
Gaya = M L T^2 (kuadrat).
Didalam
suatu pengukuran ada dua kemungkinan yang akan terjadi yaitu mendapat angka
yang terlalu kecil, atau angka yang terlalu besar. Untuk menyederhanakan
permasalahan tersebut maka dalam pertemuan pada tahun 1960-1975 komite
internasional menetapkan awalan pada satuan-satuan tersebut.
Manfaat dimensi dalam Fisika, adalah :
- Dapat digunakan untuk membuktikan dua besaran sama atau tidak. Apabila dua besaran sama, jika keduanya memiliki dimensi yang sama atau keduanya merupakan besaran vektor atau skalar.
- dapat digunakan untuk menentukan persamaan yang pasti salah atau mungkin benar.
- dapat digunakan untuk menurunkan persamaan suatu besaran fisis jika kesebandingan besaran fisis tersebut dengan besaran-besaran fisis lainnya diketahui
Apa perbedaan Satuan dengan Dimensi?
a) Satuan
- Satuan besaran fisis didefinisikan dengan perjanjian, berhubungan dengan standar tertentu. (Contoh pada besaran panjang dapat memiliki satuan meter, kaki, inci, mil, atau mikrometer).
- Dua satuan yang berbeda dapat dikonversi satu sama lain. (Contoh : 1 m = 39,37 in, angka 39,37 ini disebut sebagai faktor konversi)
b) Dimensi
- Dimensi pada Besaran panjang hanya satu, yaitu L
- Tidak ada faktor konversi antar lambang dimensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar