Ilmu
Pengetahuan Alam atau juga sering disebut Kealaman Dasar merupakan Ilmu
Pengetahuan yang hanya mengkaji tentang konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar
yang esensial tentang gejala-gejala alam semesta. Ilmu alamiah mempunyai
relativitas artinya kebenaran yang ditemukan oleh manusia pada suatu saat dapat
disangkal (ditolak) atau diubah dengan kebenaran yang baru. Teori yang tidak
cocok lagi dengan hasil-hasil pengamatan baru diganti dengan teori yang lebih
memenuhi keperluan.
Ilmu
pengetahuan pada hakekatnya adalah satu, pembagian atau pemisahan ilmu
kareadanya perkembangan ilmu dalam proses yang cukup lama, tetapi dalam
perkembangan lebih lanjut tampak adanya kecenderungan generalisasi dari
beberapa cabang ilmu pengetahuan itu bertemu lagi. Misalnya dalam
mempelajari Biologi maka diperlukan dasar yang kuat dari Fisika dan
kimia.
Sasaran
Ilmu Pengetahuan Alam adalah semesta dengan segala isinya, misal Ilmu Fisika
memandang kesemuanya itu adalah materi dan energi. Yang dimaksud materi atau
zat adalah apa saja yang mempunyai massa dan menempati suatu ruang, baik berupa
padat, cair dan gas, sedang energi adalah sesuatu yang dapat memindahkan materi
dari suatu tempat ke tempat lain.
Dalam
penelaahan akan ditemukan kebenaran-kebenaran yang selanjutnya disusun secara
sistematik sehingga mudah untuk dipelajari dan dipahami oleh orang lain.
Mengenal atau mengetahui alam semesta dengan baik merupakan jerih payah para
ilmuwan, Kejadian alam semesta ini tidak timbul dengan sendirinya tetapi
terdapat keteraturan proses, sebab akibat yang saling keterkaitan. Dari
keteraturan itu dapat dicari hukum alam (Natural Low) yang dapat menjawab
rahasia alam.
Sehubungan
dengan rasa keingintahuan manusia terus berkembang maka manusia menggunakan
perpaduan antara rasionalisme dan imperisme yaitu metode pemecahan masalah
secara keilmuan yang sekarag disebut ilmiah. Ilmu Alamiah (IA) sering
disebut Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) atau Ilmu Kealaman
atau Natural Sains atau Sains. Ilmu Alamiah hanya mengkaji tentang
gejala-gejala alam semesta sehingga terbentuk konsep dan prinsip.
Tujuan
ilmu alamiah adalah untuk mencari kebenaran, menentukan fakta. Dalam hal ini
hendaknya berhati-hati pada ‘’kebenaran’’. Kebenaran yang bersifat sementara dan
yang bersifat mutlak . Metode ilmiah tidak berhubungan dengan kebenaran
mutlak, sesuatu yang mutlak berarti telah berakhir. Bila sesuatu telah
diketahui mutlak maka ilmu alamiah tidak dapat diterapkan untuk bertindak lebih
jauh. Ilmu alamiah hanya dapat mengemukakan bukti kebenaran sementara dan
dengan kata lain untuk kebenaran sementara adalah ‘’teori’’dengan menggunakan
metode ilmiah.
Beberapa
kegunaan ilmu alamiah dalam kehidupan manusia antara lain:
a)
Membantu memecahkan permasalahan dengan penalaran dan pembuktian yang
memuaskan.
b)
Menguji hasil penelitian orang lain sehingga diperoleh kebenaran yang objektif.
c)
Memecahkan atau menemukan jawaban rahasia alam yang sebelumnya masih menjadi
teka-teki.
Alam Semesta Dan
Tata Surya
a. Teori
Terbentuknya Alam Semesta
Berbagai
teori tentang terbentuknya alam semesta telah menjadi perdebatan para peneliti
dari zaman ke zaman. Beberapa yang akan disajikan merupakan teori yang masih
dipercaya hingga kini. Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan
makrokosmos. Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat
kecil, misalnya atom, elektron, sel, amuba dan sebagainya. Sedang makrokosmos
adalah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet,
galaksi.
Para
ahli astronomi menggunakan istilah alam semesta dalam pengertian tentang ruang
angkasa dan benda-benda langit yang ada di dalamnya. Manusia sebagai makhluk
Tuhan yang berakal budi dan sebagai penghuni alam semesta selalu tergoda oleh rasa
ingin tahunya untuk mencari penjelasan tentang makna dari hal-hal yang diamati.
b. Teori
Terbentuknya Galaksi dan Tata Surya
Menurut
Fowler, 12 ribu juta tahun yang lalu Galaksi kita ini tidaklah seperti dalam
keadaan seperti sekarang ini. la masih berupa kabut gas hidrogen yang sangat
besar sekali yang berada di ruang angkasa. la bergerak perlahan mengadakan
rotasi sehingga keseluruhannya berbentuk bulat. Karena gaya beratnya maka ia
mengadakan kontraksi. Massa bagian luar banyak yang tertinggal; pada bagian
yang berkisar lambat dan mempunyai berat jenis yang besar terbentuklah
bintang-bintang.
Gumpalan
kabut yang telah menjadi bintang itupun secara perlahan mengadakan kontraksi.
Energi potensialnya mereka keluarkan dalam bentuk sinar dan panas radiasi dan
bintang-bintang itupun makin turun temperatur-nya. Setelah berpuluh ribu juta
tahun ia mempunyai bentuknya yang boleh dikatakan tetap seperti halnya matahari
kita.
c.
Sistem Tata Surya
Sembilan
buah planet yang mengelilingi matahari pada hakikatnya merupakan dunia
tersendiri, dengan beberapa cm khas. Dilihat dari segi kemanusiaan, bumilah
yang paling khas, karena mampu mengemban kehidupan dan makhluk teknologi.
Sampai saat ini diduga tidak ada Homo Sapiens. Manusia Pemikir, di lingkungan
planet lain (makhluk jenis lain) mungkin saja hidup di planet Mars atau Venus,
artinya dapat berkembang atau bermetabolisme.
Sesuatu
yang sangat menarik kiranya ialah kenyataan, bahwa ruang antara kedua golongan
planet itu dihuni oleh asteroid. Ketiadaan planet besar di dalam ruang asteroid
pernah menimbulkan banyak perdebatan sampai pada tahun 1801. Pada tahun itu
seorang astronom Italia, Piazzi, menemukan asteroid Ceres. Benda yang garis
tengahnya hanya 750 kilometer itu terlalu kecil untuk disebut planet, tetapi
terlalu besar untuk dianggap tidak ada. Penemuan ini merupakan permulaan
daripada serangkaian penemuan asteroid. Kemudian ternyata, bahwa asteroid
merupakan keluarga besar banyaknya sekitar 100.000. Semua itu menghuni daerah
antara “planet kecil” dan “planet raksasa”.
Teori
yang mengemukakan asal dan pembentukan planet dalam hubungannya langsung dengan
kelahiran matahari. Proses pembentukan itu dapat terjadi sekaligus maupun
berurutan.
Teori
yang mengemukakan kehadiran planet di sekeliling matahari baru terjadi setelah
matahari jadi bintang biasa (normal) dan mantap. Kedalam golongan ini termasuk
aliran yang mengatakan bahwa:
a)
Materi pembentuk planet berasal dari terlemparnya matel matahari sendiri atau
materi bintang tersebut. Tumbukan di sini tidak perlu berarti tumbukan antara
dua buah bintang melainkan berarti matahari dan bintang tersebut hanya
bersimpang jalan.
b)
Materi dasar pembentuk planet terkumpulkan dari materi antar bintang yang
terseret oleh matahari dalam perjalan an hidupnya mengelilingi pusat galaktika.
Asal Mula Kehidupan
di Bumi
Berbagai
Pendapat Tentang Asal Mula Kehidupan:
Sebelum
abad ke-17, para ahli menganggap bahwa makhluk hidup terjadi dengan sendirinya
dari makhluk tak hidup. Anggapan ini disebut teori generatio spontanea atau
abiogenesis. Pendapat ini begitu ekstrim, misalnya kecebong berasal dari
lumpur, ulat berasal dari bangkai, bahkan dari gandum dapat langsung jadi tikus
hanya dalam waktu satu malam. Dengan adanya renaissance, mulai timbul paham
baru.
Francesco
Redi (1626-1697), ahli Biologi dari Italia, dapat membuktikan bahwa ulat pada
bangkai berasal dari telur lalat, yang meletakkan telurnya dengan sengaja. Dari
berbagai percobaan, mendapatkan peristiwa yang serupa, ia mengemukakan pendapat
bahwa kehidupan berasal dari telur atau comne vivum ex ovo.
Lazzaro
Spallanzani (1729-1799) juga ahli Biologi dari Italia, dengan eksperimen
terhadap kaldu membuktikan bahwa jasad renik yang mencemari kaldu dapat
membusukkan kaldu itu. Bila kaldu ditutup rapat setelah mendidih, maka tak
terjadi pembusukan. Ia mengambil kesimpulan, bahwa untuk adanya telur harus ada
jasad hidup, atau omne ovum ex vivum.
Louis
Pasteur (1822-1895) sarjana Perancis, melanjutkan teori Spallanzani, dengan
eksperimen berbagai jasad renik. Ia mendukungnya, meskipun banyak yang
menentang. Kemudian menarik kesimpulan bahwa harus ada kehidupan sebelumnya
agar tumbuh kehidupan baru atau omne vivum ex vivum. Timbullah teori biogenesis,
sedangkan teori abiogenesis rupa-rupanya telah terkalahkan. Akan tetapi asal
mula kehidupan masih tetap jadi pikiran para ilmuwan.
Sedemikian
jauh hampir semua para ahli biologi sependapat bahwa pemula kehidupan terjadi
di bumi ini, tidak di luar bumi. Mereka menemukan makhluk hidup bersel satu
sebagai pemula kehidupan. Kemudian terjadi evolusi organik menjadi organisme
bersel banyak, Porifera-Coelenterata-Vermes-Echinodermata-Molusca
Arthropoda-Vertebrata, dan Manusia paling akhir. Oparin (1938) sarjana Rusia,
mengemukakan hipotesis bahwa ada makhluk peralihan dari makhluk tak hidup ke
makhluk hidup.
Hipotesis
ini berdasarkan penelitian ahli lain di bidang Ilmu Kimia. Kita telah
mengetahui bahwa tubuh organisme 99% terdiri dari senyawa Karbon, Hidrogen,
Oksigen dan Nitrogen. Seorang ahli kimia Harold Urey (1893) di Amerika Serikat,
mengemukakan pendapat bahwa atmosfer bumi suatu waktu pernah mengandung banyak
CH4 (metana), NH3 (amonia), H2 (hidrogen), dan H2O (air) dalam bentuk gas. Zat
tersebut sangat mungkin bergabung membentuk ikatan organik, di mana kehidupan
biasanya berlangsung. Pendapat ini, kemudian terkenal dengan teori Urey.
Seorang
murid Urey, bernama Stanley Miller (1953) berhasil membuat model alat
laboratorium yang sederhana untuk membuktikan teori Urey. Ke dalam alat itu ia
masukkan gas tersebut di atas, kemudian dibuat loncatan listrik bertegangan
tinggi. Hasilnya sungguh menakjubkan, setelah dianalisis ternyata diperoleh zat
organik berupa: gula, purin, pyrimidin, asam amino, dan senyawa lainnya. Zat
itu merupakan komponen ikatan DNA (deoxyribo nucleic acid) dan RNA(Ribose
nucleic acid),yaitu protein inti, yang biasanya membentuk virus.
Eksperimen
tersebut mengingatkan kita bahwa sinar matahari menyebabkan terjadinya muatan
listrik di atmosfer. Bila muatan listrik besar akan menimbulkan loncatan
listrik, yang kita nama-kan petir, baik besar maupun kecil. Karena di alam
bebas dapat terjadi senyawa kimia seperti dalam eksperimen Stanley Miller dan
tentunya juga menyokong teori Urey.
Peristiwa
petir terjadi jutaan kali setiap hari. Tentunya ikatan-ikatan kimia organik
tersebar di seluruh pelosok muka bumi. Para ahli kimia sepakat bahwa di alam
selalu terdapat kecenderungan penggabungan berbagai senyawa, sehingga makin
kompleks struktur molekulnya. Weisz (1961) melanjutkan hipotesis Operin,
disertai bekal teori Urey yang telah diuji kebenarannya oleh Milller.
Menurut
Weisz, penggabungan senyawa kimia itu terus bergabung menjadi molekul-molekul
yang lebih besar dan kompleks. Salah satu ikatan yang banyak itu terbentuk asam
nuklein, yang terdiri dari gula-phosfat-purin-pyrimidin-asam amino. Rantai ini
cenderung untuk mengikat rnata rantai dari sekitarnya, sehingga terjadilah
rantai dobel yang setangkup. Kemudian rantai yang satu melepaskan did dari yang
pertama dalam bentuk duplikat Mulai dari sinilah, barangkali, terjadi loncatan
tingkah laku kimiawi dari sifat tak hidup ke sifat hidup.
Pada
waktu rantai tadi mengikat materi yang sama, bolehlah kita sebut makan yang
pertama, bila ia disebut hidup. Pada waktu melepaskan duplikat, bolehlah kita
namakan reproduksi yang pertama, bila ia sebagai pemula kehidupan di bumi.
Selanjutnya terjadilah persaingan, maka rantai serupa itu perlu bergabung satu
sama lain, membentuk rantai yang lebih panjang dan lebih panjang lagi. Bila
hipotesis ini dapat bertahan, maka terjawablah salah satu missing link terbesar
dalam evolusi organik.
Sejarah
Perkembangan Makhluk Hidup
Menurut
suatu teori, organisme sekarang yang beraneka ragam macamnya adalah hasil dari
proses evolusi kehidupan. Yang dimaksud dengan evolusi kehidupan yaitu suatu
perubahan kehidupan menjadi bentuk kehidupan lainnya melalui suatu proses yang
perlahan-lahan dan mungkin memakan waktu ribuan bahkan jutaan tahun. Teori
tersebut menyatakan bahwa organisme yang mula-mula ada di dunia berupa
organisme bersel tunggal, dan organisme ini bersel dari agregasi
molekul-molekul yang ada.
Yang
menjadi persoalan kemudian adalah bagaimana mekanisme dasar sehingga organisme
bersel tunggal tersebut sekarang berkembang menjadi organisme bersel banyak.
Salah satu dugaan menyatakan bahwa biosfer yaitu suatu dunia kehidupan di bumi
kita ini merupakan sebuah sistem, sedang organisme yang merupakan komponennya
menjadi suatu subsistem.
Perkembangan
yang lain yaitu adanya suatu kerja sama antara organisme sehingga akan
membentuk koloni. Dengan alasan yang sama pula terjadilah gejala perkembangan
menuju ke arah pembentukan organisme bersel banyak. Hal ini ditambah pula
dengan keharusan beradaptasi terhadap lingkungannya. Kemudian berkembanglah apa
yang dinamakan organisme bersel banyak yang seperti halnya organisme
uniselular, organisme multiselular ini berkembang menjadi beraneka ragam
organisme lainnya.
Perbedaan Makhluk Hidup dengan
Benda Mati
Makhluk
hidup merupakan suatu substansi zat yang dapat menjalankan proses kehidupan.
Yang dimaksud dengan proses kehidupan atau ciri-ciri makhluk hidup antara lain
ialah:
a)
Bergerak
b)
Metabolisme
c)
Mempertahankan jenisnya/hidupnya
d)
Tanggap terhadap rangsang, dll
Polusi atau Pencemaran
Pencemaran
ialah keadaan yang akan mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan hidup dan
terganggunya kesehatan dan ketenangan hidup makhluk hidup. Terjadinya
pencemaran lingkungan umumnya terjadi akibat kemajuan teknologi dalam usaha
meningkatkan kesejahteraan hidup.
Mengenai
polutan (unsur-unsur penyebab polusi), dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
a)
Yang bersifat kuantitatif
Yaitu
terdiri dari unsur-unsur yang secara alamiah telah ada di dalam alam ini,
tetapi jumlahnya semakin bertambah karena kegiatan manusia sehingga menyebabkan
pencemaran, misalnya: karbon dioksida, nitrogen, posfor dan lain-lainnya.
b)
Yang bersifat kualitatif
Yaitu
terdiri dari senyawa-senyawa yang terjadi karena sengaja dibuat manusia untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya, tetapi kurang bijaksana dalam penggunaannya,
misalnya: pestisida, detergen, pupuk dan lain-lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar